Orang Turki itu…

Jadi, ceritanya ini adalah hari ke-13 saya di Istanbul. Tidak terasa, benar-benar tidak terasa. Entah karena di sini waktu berjalan lebih cepat atau entah karena saya berjalan semakin cepat #apadeh. But for sure, 13 hari itu benar-benar berlalu dengan sangat cepat.

Saya termasuk tipe manusia (:lol:) yang mampu bermimikri dengan cepat (:lol: again). Lingkungan baru, suasana baru, citarasa makanan baru… semuanya terasa baik-baik saja, bahkan sangat baik. Entah kenapa saya tidak menemukan ketidaknyamanan yang beberapa teman saya rasakan. Ada yang tidak betah lah, mau pulang lah, mau ngancel beasiswa lah, bla bla bla… Pengalaman yang kurang menyenangkan tentu pernah dialami oleh siapa pun itu yang baru move on ke lingkungan baru. Kali ini tidak ada bagian sharing pengalaman-pengalaman kurang menyenangkan itu, malu… haha.. Anyway, apa pun itu hal buruk atau kurang menyenangkan yang terjadi, just stay still. Semuanya akan berlalu kok :grin:. Kesuksesan itu ada buat orang-orang yang mampu dan mau bertahan di jalan yang tidak mudah. Iya ga? hehe…

Di episode kali ini saya mau sharing beberapa hal yang saya lihat, amati dan pelajari dari orang Turki :grin:. Maybe someday ada yang mau nyusul ke sini bisa bermanfaat nih tulisan nyampah saya :roll:.

  1. Orang Turki itu ramah-ramah dan berjiwa penolong (halah.. :grin:). Aslinya, beberapa kali saya nyasar di sini selalu ada yang membantu menemukan jalan yang benar menuju tempat tujuan saya. Entah itu di jalan, di bus, di metro.. mau mereka sedang buru-buru atau nyantai, kalau mereka tahu pasti dibantu. Pernah suatu malam, ceritanya saya salah turun dari bus. Panik banget dah, udah malem sendirian pula. Akhirnya ketemu sama bapak-bapak (baiknya minta ampun), dan dengan bahasa ghaib saya bertanya tentang tempat yang hendak saya tuju. Qodarulloh.. itu bapak-bapak ngerti maksud saya. Diantarlah saya hingga tempat tujuan saya, padahal saat itu bapak tersebut seharusnya naik bus karena hendak ke suatu tempat. Sepertinya sih mau les masak #mulaingaco. Kedua, yang ini sedikit ringan ceritanya, nyasarnya ga pake acara sendirian dan malam-malam. Siang bolong waktu itu, saya bersama dua orang teman tersesat. Tapi alhamdulillah ada mas-mas yang walaupun lagi buru-buru mau kuliah (katanya sih udah telat kuliah) tapi masih tetap mau mengantarkan kami ini, bule-bule Indonesia. Ada lagi, waktu itu mbak-mbak yang dengan setianya menjadi guide kami untuk menemukan suatu tempat. Jalan berkilo-kilo bersama dia sambil ngobrol ngalor ngidul, baik banget. Itu aja deh, banyak banget cerita nyasar dan ketemu orang-orang baik penunjuk jalan di sini. Intinya, orang sini baiiiiiik banget. TAPI, kadang kalau sedang kurang beruntung bisa jadi kita malah disasarin sama orang, haha… Ini pernah terjadi pada teman saya. Jadi, selalu lihat-lihat orang kalau mau bertanya, dan selalu berdo’a semoga kita selalu dalam keberuntungan dan lindungan Alloh, 🙂
  2. Orang Turki memiliki disiplin dan ritme aktivitas yang tinggi. Dimana-mana semua orang berjalan cepat, bergerak cepat, bahkan  kadang terlalu cepat :grin:. Di sini juga tidak ada budaya ngaret dan main serobot. Budaya antre cukup baik di sini. Kalau ada yang nyalip-nyalip dijamin habis deh dikeroyok, haha.. #lebay. Ga sampai dikeroyok juga sih, paling dipelototoin atau diomelin sama orang-orang di sekitar situ. Tapi tetep ga enak pastinya.
  3. Orang Turki itu jujur. Ya.., dimana-mana pasti ada orang yang tidak jujur lah ya.. Tapi secara umum, yang saya lihat di sini orang-orang Turki sangat menjunjung tinggi kejujuran. Di otobus misalnya, ketika bus sudah mulai penuh dan calon penumpang sulit untuk masuk dari pintu masuk depan, maka mereka akan masuk dari pintu belakang. FYI, tempat jetrek kartu untuk bayar ongkos bus itu di dekat pintu depan. Kalau mau curang nih ya, mereka yang masuk pintu belakang itu ga bakalan bayar dengan jetrek kartu, toh sopir busnya juga ga tahu pasti ada berapa di belakang yang belum bayar. Tapi, dengan jujurnya mereka estafetkan kartu mereka ke depan hingga ke mesin pembayaran. Kurang tahu juga sih ya mereka melakukannya karena 100% jujur atau karena takut dan malu dengan orang-orang yang tahu bahwa mereka belum bayar, hihi… Posthink aja sih ya, jujur dah mereka tuh :grin:. So, insya alloh ga rugi percaya sama orang sini, :grin:.

Ok. Itu dulu, badan sudah mulai menuntut untuk direbahkan, huhu…
Selamat malam menjelang subuh untuk Indonesiaku tercinta. 😀

Iklan

12 thoughts on “Orang Turki itu…

  1. Kamu kuliah ya disitu? Bgmna bhasa disana? Btw thanks banget infonyaa ya. Ak jg lg tertarik memplajari turki meskipun kakiku masih dibumi pertiwi. Tpi mimpiku udah jalan2 aja disana. Hehe.

  2. Kalau mau pergi ke turki.. Pas buat visa, kira2 brapa uang yg hrs ada di tabungan spy jebol buat visanya yah mbak?
    Trus mbak naik pesawat apa dan harga tiketnya brp? Xixixixi mohon dijawab mbak.. Makasih.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s