Yes, I’m Indonesian

Baru baca artikel tentang hal-hal yang membuat warga Jepang merasa dirinya asli warga Jepang. Jawaban mereka unik-unik. Jadi terpikir apa yang membuat saya merasa asli warga Indonesia. Hmm…
Alasan-alasannya bisa jadi tidaj seluruhnya merupakan hal yang positif, baik dari sudut pandang saya atau pun orang lain. Beberapa hal yang membuat saya merasa asli warga Indonesia, terutama sejak saya tinggal di Istanbul, di antaranya:
1. Ketika saya bangun paling awal, sebelum shubuh. Atau ketika saya tidur paling cepat (ssbelum tengah malam). Hmm.. Akhir-akhir ini saya mulai biasa terjaga hingga lewat tengah malam :-(.
2. Ketika selalu ada nasi di meja makan, tidak peduli itu pada jam sarapan, makan siang atau pun makan malam :-). Di sini lazimnya nasi disajikan pada jam makan malam. Itu pun tidak bisa diharapkan ada setiap hari. Ok,,, di sini beras memang mahal. Tapi sepertinya bukan itu penyebab utamanya orang-orang di sini tidak makan nasi. *Setelah ini mau googling kenapa orang Eropa umumnya jarang makan nasi 😆
3. Ketika mandi merupakan

kebutuhan harian badani. Mungkin karena Indonesia beriklim tropis maka orang-orangnya sering berkeringat sehingga butuh mandi setiap hari, umumnya dua kali sehari (iya ga? Haha..). Sementara di negara empat musim seperti ini…. Silakan titik-titiknya diisi sendiri deh :p. Masa-masa menjadi anak kosan, di saat setiap pagi harus antre kamar mandi… Hwaaa… I love Indonesia :-).
4. Ketika saya bisa dengan santainya pergi ke meeting 10 menit lebih akhir alias ngaret. Yaa.. Ini dia.. Tidak semuanya positif. Salah satunya adalah budaya ngaret ini nih. Saya memang merasa warga Indonesia ketika saya ngaret atau melihat kengaretan (bahasa apa pula ini), tapi sungguh ini tidak membuat saya bangga (siapa juga yang bangga, iya kan?). Suka mikir kenapa ngaret itu bisa membudaya di Indonesia. Apakah karena orang Indonesia terlalu toleran? Atau karena memang masih kurang dalam rasa tanggung jawab? *think.
5. Ketika saya bisa menyeberang jalan kapan saja saya mau, tanpa harus menunggu lampu merah, haha… Selain karena memang tidak di semua ruas jalan di Bandung terdapat lampu merah, para pengemudi di sana juga lebih slow :lol:. Di sini orang-orang berubah menjadi ganas ketika sudah menyetir. Dijamin mati deh kalau masih bawa-bawa kebiasaan dari Indonesia, bisa karena tertabrak atau karena amukan massa, haha… Lagi pula di sini lampu lalulintas ada dimana-mana.
6. Ketika saya harus bilang “kiri kiri” setiap kali hendak turun dari angkot. Maklum, selama di Indonesia saya merupakan pengguna sejati angkot. Di sini kalau mau turun harus mencet bell. Itu pun tidak bisa turun di sembarang tempat sebagaimana di Indonesia. Enak kan ya bisa turun dekat-dekat tempat yang dituju, dimana pun itu. Tapi di sini cuma bisa turun di halte-halte yang sudah ditentukan untuk setiap trayek bus atau sarana transportasi lainnya. Tapi ya tentu ini jauh lebih baik untuk kepentingan umum. Walaupun terkadang penumpang masih harus berjalan jauh untuk bisa naik bus (karena cuma bisa naik dari halte), atau pun untuk bisa sampai di tempat tujuannya, tapi lalulintas menjadi lebih tertib *jempol. Alhasil, kemacetab dapat ditanggulangi. Walaupun kadang di sini masih suka macet juga sih, hehe… Tapi saya sangat kagum dan salut dengan sistem transportasi di sini. Otobus, metrobus, metro (kereta bawah tanah), tram, dolmus… Rapi :-). Di sini peran pemerintah jelas terlihat. Mantap! Saya yakin suatu saat, di tangan orang-orang yang jujur dan mumpuni, Indonesia juga bisa sebaik dan lebih baik dari ini ;-).
7. Ketika saya melihat hujan deras, yang bahkan bisa sampai mengakibatkan banjir, huhu…
8. Ketika saya menonton permainan badminton. #proudtobeindonesian.
9. Ketika saya makan bakso atau mie ayam :lol:.

Ok. Itu dia sekelumit alasan atau hal yang membuat saya merasa sebagai warga asli Indonesia, baik ketika saya di sana atau pun di sini :-). Hanya beberapa dari hal-hal yang ada di otak saya, selebihnya biar tersimpan di sana, haha…
Itu ceritaku… Apa ceritamu? 😆 #iklan 🙂

Iklan

2 thoughts on “Yes, I’m Indonesian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s