Orang Turki itu…

Jadi, ceritanya ini adalah hari ke-13 saya di Istanbul. Tidak terasa, benar-benar tidak terasa. Entah karena di sini waktu berjalan lebih cepat atau entah karena saya berjalan semakin cepat #apadeh. But for sure, 13 hari itu benar-benar berlalu dengan sangat cepat.

Saya termasuk tipe manusia (:lol:) yang mampu bermimikri dengan cepat (:lol: again). Lingkungan baru, suasana baru, citarasa makanan baru… semuanya terasa baik-baik saja, bahkan sangat baik. Entah kenapa saya tidak menemukan ketidaknyamanan yang beberapa teman saya rasakan. Ada yang tidak betah lah, mau pulang lah, mau ngancel beasiswa lah, bla bla bla… Pengalaman yang kurang menyenangkan tentu pernah dialami oleh siapa pun itu yang baru move on ke lingkungan baru. Kali ini tidak ada bagian sharing pengalaman-pengalaman kurang menyenangkan itu, malu… haha.. Anyway, apa pun itu hal buruk atau kurang menyenangkan yang terjadi, just stay still. Semuanya akan berlalu kok :grin:. Kesuksesan itu ada buat orang-orang yang mampu dan mau bertahan di jalan yang tidak mudah. Iya ga? hehe…

Di episode kali ini saya mau sharing beberapa hal yang saya lihat, amati dan pelajari dari orang Turki :grin:. Maybe someday Baca lebih lanjut

Iklan

Berusaha saja(lah)

Pernah denger pepatah ini: “Don’t try so hard. The best things come when you least expect them to“?. Dalam beberapa kasus hidup saya belakangan ini, pepatah tersebut sepertinya berlaku. Ketika saya nyaris lupa atau sudah tidak lagi mengharapkan sesuatu yang sebelumnya begitu saya inginkan justru sesuatu itu terjadi. Pun sebaliknya, ketika saya sangat mengharapkan sesuatu itu terjadi justru tidak terjadi, huhu.. Ini terjadi pada saya di akhir minggu kemarin, dimana sesuatu yang saya perjuangkan dalam waktu yang cukup panjang ternyata tidak membuahkan hasil. Apa mungkin usaha saya terlalu keras? -__-‘ Tapi bukankah sebagai manusia kita dianjurkan untuk berupaya semaksimal mungkin dalam kebaikan?! #tariknapaspanjang #istighfar

Ok. Mungkin Baca lebih lanjut

Orang Pinggiran

Bilik itu menjadi satu-satunya harta kami
Ya, bilik sebenar-benarnya bilik
Tempat dimana kami melepas lelah
Tempat dimana kami memeluk gelisah

Tak begitu luas memang, hanya 2 x 2 meter
Tak apa… Itu lebih dari cukup
Cukup untukku dan ibu
Bahkan lebih dari cukup untuk kelak jadi kubur kami
Kubur yang akan bercerita banyak tentang hidup kami

Dalam dinginnya malam,  Baca lebih lanjut

Any Questions?

Kata orang bijak: “Malu bertanya sesat di jalan”. Bener banget dah nih pepatah. Untuk ke sekian kalinya saya terselematkan karena menganut paham ini, huehehe… Modalnya ga banyak kok, cuma omongan, keberanian, dan sedikit bumbu kepepet.

Kemarin misalnya, ceritanya saya berkelana mencari ASU* center buat mesantrenin netbook-nya si adek yang cakep dan bawel. Kata si mbah dukun, alamatnya sih di daerah Lengkong Besar, tapi ga jelas dimananya >.<. Berbekal alamat buta itulah saya berkelana bersama taksi hijau trayek Kalapa-Ledeng 😆 .

Melewati perempatan Baca lebih lanjut

Sosok Teladan #1

Meneladani Rosululloh.. Itulah yang selalu terpancar dari keseharian beliau.
Sejauh saya mengenal ibu ini, pribadinya membuat saya merasa tenang berada di dekatnya.
Satu hal yang tidak akan saya lupakan dari beliau.. Beliau adalah orang yang gemar menyambung silaturohim dan tak pernah ingkar janji.
Sesibuk apa pun beliau selalu ada waktu untuk menjaga komunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Pribadi ibu ini kiranya hanya Baca lebih lanjut

Hatimu

Jika engkau tahu betapa sulitnya membersihkan hatimu yang kotor, tentu dengan susah payah kau akan melindunginya dari sebutir debu pun.

Jika engkau tahu betapa hatimu sukar untuk dilembutkan, maka kau tak akan membuatnya mengeras dengan segala perangai burukmu.

Jika engkau sadar betapa hati itu mudah terluka, tak akan kau bawa ia berkelana menuju rimba yang dipenuhi akar nestapa. Baca lebih lanjut

Malu(lah)…

Dangkal… pemahaman dan cara saya memahami sesuatu masih ternyata masih sangat sangat sangat dangkal. Awalnya saya percaya pada yang namanya “kebetulan” dan mengumbar kata “mungkin” terhadap diri saya sendiri. Ketika persepsi saya tentang sesuatu berbeda dengan orang lain, tak ada tindak lanjut dari itu. Saya menganggap itu hal yang wajar dan hak bagi setiap orang untuk mengisi kepalanya dengan apa pun yang ia anggap benar. Tidak jarang keangkuhan membuat saya dalam hati berkata bahwa persepsi saya lebih benar dan logis. Sungguh angkuh makhluk-Mu ini, Tuhan..

Sepertinya saya melewatkan banyak pelajaran dalam dua dekade ini, Baca lebih lanjut