Orang Pinggiran

Bilik itu menjadi satu-satunya harta kami
Ya, bilik sebenar-benarnya bilik
Tempat dimana kami melepas lelah
Tempat dimana kami memeluk gelisah

Tak begitu luas memang, hanya 2 x 2 meter
Tak apa… Itu lebih dari cukup
Cukup untukku dan ibu
Bahkan lebih dari cukup untuk kelak jadi kubur kami
Kubur yang akan bercerita banyak tentang hidup kami

Dalam dinginnya malam,  Baca lebih lanjut

DI

Sedang salut dengan DI. Yuph, DI di sini bukan Dirgantara Indonesia atau Daerah Istimewa. DI yang saya maksud adalah Dahlan Iskan. Tak sebatas salut sebenarnya, saya juga terinspirasi dan belajar cukup banyak dari beliau. Tidak belajar dari beliau secara langsung tetapi saya belajar dari tulisan-tulisan beliau, dari pemikiran-pemikirannya sebatas yang mampu saya baca dari pernyataan-pernyataannya.

Dari apa yang saya “baca”, kebijaksanaan dan kesantunan beliau bukan sekadar citra. Inilah perpaduan antara Baca lebih lanjut

Ukuran Kebaikan

“Kebaikan yang seperti apa yang dimaksudkan oleh MUI itu”, tanya seseorang berbaju hitam. Pertanyaan ini terlontar dari salah satu peserta Seminar Pendidikan Agama Islam, sebuah mata kuliah yang saya ambil di semester ini. Setiap minggunya dilakukan seminar kecil dengan tema yang berbeda namun selalu dihubungkan dengan Islam. 6 minggu lalu, saya menjadi pemateri dan mengangkat tema Islam dan Pendidikan. Adapun tepat hari kemarin, tema yang diangkat adalah Islam dan Teknologi, dengan judul “Peranan Jejaring Sosial dalam Pembentukan Karakter Masyarakat”.

Ketika pembahasan sampai pada dampak positif dan negatif dari jejaring sosial, pemateri menyampaikan pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai situs penggunaan jejaring sosial yang hingga kini masih menjamur saja. Pemateri mengungkapkan bahwa MUI tidak melarang penggunaan jejaring sosial selama itu dengan tujuan yang baik dan mendatangkan kebaikan bagi pengguna. Dari sinilah pertanyaan itu muncul. Kebaikan seperti apa? Kebaikan yang bagaimana?

Baca lebih lanjut

Putih Abu-abu Scholarship (PAS)

Putih Abu-abu Scholarship

Pemerintah Indonesia melalui program pendidikan sembilan tahun dan Bantuan Operasional Sekolah telah memberikan bantuan yang cukup significant dalam dunia pendidikan. Akan tetapi bantuan tersebut hanya dapat dirasakan bagi siswa-siswi yang telah masuk sekolah terlebih dahulu serta terbatas dari SD sampai SMP.

Melalui program PAS (Putih Abu-abu Scholarship) diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi siswa-siswi lulusan SMP untuk melanjutkan studinya. Terutama bagi siswa yang mempunyai kemampuan akademis cukup bagus, namun kurang dalam segi finansial.

*****

 

 

Baca lebih lanjut

Gabung Yuk: Kampanye “Saatnya Bandung Bebas Sampah”

Share info kegiatan nih… Kalau ada rekan-rekan yang mau dan berkesempatan untuk berpartipasi, kami sambut dengan senang hati 😀 . Kalau ada yang mau turut menyebarkan info ini, silakan copas dan posting di blog, fb, milis, atau forum-forum yang teman-teman ikuti. Semoga kebaikannya turut mengalir pada kita.

Komunitas Anak Bumi adalah komunitas yang berisikan anak-anak, remaja, pemuda/i yang sadar dan peduli akan masalah lingkungan, mau bergerak dan berpartisipasi aktif dalam upaya penjagaan serta pelestarian lingkungan.

Di antara kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam komunitas ini adalah gerakan bersih-bersih bersama yang sejauh ini biasa dilakukan di Taman Ganesha. Komunitas anak bumi juga memberikan bimbingan pendidikan lingkungan untuk siswa/i sekolah dasar, SDN Banjarsari 1, 2, 3, serta SDN Plesiran, Bandung.
Kegiatan terdekat dari komunitas ini adalah kampanye “Saaatnya Bandung Bebas Sampah”, yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 7 November 2010 di area Dago car free day. Fokus dari kegiatan ini adalah tentang sampah yang kita tahu masih menjadi permasalahan di kota tercinta kita ini.
Konten acaranya terdiri atas:

– Pawai “Saatnya Bandung Bebas Sampah” oleh siswa/i SDN Banjarsari, scholars Putera Sampoerna Foundation, mahasiswa/i UPI dan ITB, serta unit dan LSM-LSM lingkungan.

– Orasi masalah lingkungan oleh Komunitas Taman Kota serta unit dan LSM lingkungan lainnya.

– Performance anak bumi, dari siswa/i SDN Banjarsari (meliputi drama, puisi, dsb yang bertemakan masalah lingkungan>sampah)

– Hiburan-hiburan di antaranya penampilan rampak gendang dari KABUMI UPI, tari pendet dari sanggar Bali, dan penampilan akustik Fitrah n’ friends

– Sosialisasi masalah lingkungan dan solusinya, pembagian sticker

– Deklarasi “Saatnya Bandung Bebas Sampah”

– Peresmian Komunitas Anak Bumi
Bagi siapa pun yang peduli pada masalah lingkungan terutama masalah sampah dan berkesempatan untuk datang, bergabunglah bersama kami. Teman-teman bisa mengikuti kegiatan ini dari mulai pawai yang akan dimulai dari Taman Dago (Cikapayang) dan berakhir di depan FO Gossip, Dago.

Untuk keseragaman, bagi teman-teman yang akan mengikuti pawai diharapkan untuk memakai baju berwarna hijau ^_^.
Acara dimulai dari pukul 07.30 WIB, kecuali bagi yang akan mengikuti pawai diharap hadir satu jam sebelumnya dan mendaftar ke stand panitia di depan FO Gossip, atau SMS sekarang juga ke 085659086767 dengan format: nama_asal (universitas/himpunan/unit/LSM/umum)*Ket: * pilih salah satu dan sebutkan nama universitas, himpunan, unit, atau LSM teman-teman.Kegiatan ini TERBUKA UNTUK UMUM.
Masalah lingkungan, masalah sampah adalah masalah kita bersama, dan menjadi tanggung jawab dari setiap diri kita. Mari buktikan bahwa kita peduli dan bisa menunjukkan aksi kita untuk lingkungan.

 

Catatan: Disarankan kepada teman-teman untuk membawa minum masing-masing, dan tidak disarankan membawa air minum kemasan. Kita akan mulai mereduksi sampah.

Belajar untuk TIDAK MEMAKSA

Biarkan ‘mereka’ memilih.

Bukan karena paksaan sudah tidak mempan, tapi karena menghargai ‘mereka’ yang sudah dewasa.

Tak ada lagi paksaan, tak ada ajakan bernada mengancam.

Biarlah mereka yang memang setia di jalan ini, yang merasa dirinya dibutuhkan di sini, yang merasa perlu berada di jalan ini… Merekalah yang akan memperjuangkan semua ini dengan keikhlasannya.

Biarlah jalan ini dipenuhi oleh orang-orang yang memang ikhlas berjuang di atasnya.

Semoga bertambahnya kedewasaan tidak mengurangi kepedulian kita pada apa yang ada di sekeliling kita.

Matching and Mirroring

(Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Mas Pathah yang telah mengajarkan kepada kami tentang ilmu ini, tentang pelajaran yang menurut saya sungguh berharga ^^)

Dua kata yang sesungguhnya memiliki kekuatan. Dua kata yang jika kita melakukannya pada orang lain maka kondisi positif kemungkinan besar akan terwujud. Dalam hal ini saya kaitkan dengan anak kecil (karena akhir-akhir ini saya begitu menyukai anak kecil). 😀

Ketika kita hendak berbicara kepada seorang anak kecil, contohnya saja kelas 6 SD (karena adik saya kelas 6, :mrgreen: ), cara paling baik adalah dengan menyamakan frekuensi kita dengan mereka. Sejenak kita tanggalkan jubah ke-jaim-an kita sebagai orang dewasa 😆 . Berbicara dan bersikap layaknya anak kecil ketika menghadapi mereka adalah cara terbaik. Tentu hal ini tidak akan terlalu sulit kita lakukan karena kita pernah mengalami masa-masa sebagai anak kecil. Kita tidak bisa memaksa mereka yang menyamakan frekuensinya dengan kita, karena berada di posisi kita saja mereka belum pernah. So… kitalah yang harus menurunkan frekuensi kita. Akan lebih baik ketika kita berbicara dengan mereka dengan menurunkan tinggi kita, bukan dengan merunduk, tapi dengan jongkok sehingga sama tinggi dengan mereka. Itu salah satu contohnya. Baca lebih lanjut

Terima kasih, Mbak Erwin… ^^

Sebuah komentar dari seseorang yang begitu besar perhatiannya pada sahabat-sahabatnya, yang selalu meninggalkan komentar-komentar terbaiknya pada tulisan-tulisan sahabatnya, yang lewat tulisannya selalu berbagi kebaikan. Dialah, Mbak Erwin.

Kemarin beliau meninggalkan sebuah link di tulisan saya. Setelah saya buka ternyata,,, adalah sebuah award “Truly Blogger from Indonesia” yang Mbak Erwin teruskan dari sini.

Truly Blogger from Indonesia

Baca lebih lanjut