Menangislah

Menangis itu indah

Akhirnya kau sadar

Mulai sekarang kau akan menikmatinya

 

Kau harus menikmatinya

Karena Baca lebih lanjut

Iklan

Mozaik yang Hilang

Sayang sekali… kepingan mozaik itu telah kulalaikan
Dan yang lebih disayangkan lagi adalah absennya kepingan itu membuat lubang besar pada tembok yang kubangun
Ya, tembok ini. Tembok ini terlanjur tinggi
Kembali ke masa lalu, ku cari kepingan itu. Tak kutemukan
Menerawang esok yang belum jelas, keberanianku tak cukup besar
Maafkan aku…

Langkah terakhir
Izinkan kusisir kepingan itu di wajahmu
Bing!
Kepingan itu kutemukan dalam senyum tulusmu
Haruskah kuambil ia darimu?

Dia Sedang Belajar Membaca

Ini tentang seorang teman saya, Chinese. Beberapa hari lalu dia bertanya pada saya, “Kamu tinggal di rumah ya, bukan di asrama? Di sana ada program kursus Quran tidak?”. “Ya, saya tinggal di rumah. Tidak ada. Hanya ada semacam liqo”, jawab saya. Waktu itu saya tidak begitu menghiraukan pertanyaannya. Saya hanya berpikir bahwa mungkin jika ada program semacam itu maka dia ingin tinggal di rumah, dan program kursus yang dia maksud pun ternyata berbeda dengan yang saya tangkap. Saya kira program yang dia maksud adalah program dimana dia bisa belajar tafsir Al quran. Baru kemarin saya tahu bahwa yang dia maksud adalah program belajar membaca Al quran.

Ada perasaan iba bersama senang ketika Baca lebih lanjut

Yes, I’m Indonesian

Baru baca artikel tentang hal-hal yang membuat warga Jepang merasa dirinya asli warga Jepang. Jawaban mereka unik-unik. Jadi terpikir apa yang membuat saya merasa asli warga Indonesia. Hmm…
Alasan-alasannya bisa jadi tidaj seluruhnya merupakan hal yang positif, baik dari sudut pandang saya atau pun orang lain. Beberapa hal yang membuat saya merasa asli warga Indonesia, terutama sejak saya tinggal di Istanbul, di antaranya:
1. Ketika saya bangun paling awal, sebelum shubuh. Atau ketika saya tidur paling cepat (ssbelum tengah malam). Hmm.. Akhir-akhir ini saya mulai biasa terjaga hingga lewat tengah malam :-(.
2. Ketika selalu ada nasi di meja makan, tidak peduli itu pada jam sarapan, makan siang atau pun makan malam :-). Di sini lazimnya nasi disajikan pada jam makan malam. Itu pun tidak bisa diharapkan ada setiap hari. Ok,,, di sini beras memang mahal. Tapi sepertinya bukan itu penyebab utamanya orang-orang di sini tidak makan nasi. *Setelah ini mau googling kenapa orang Eropa umumnya jarang makan nasi 😆
3. Ketika mandi merupakan
Baca lebih lanjut

Turki dan Gempa (?)

Kemarin siang ceritanya saya diajak keliling (bukan keliling juga sih) kampus sama temen orang sini. Setelah jalan cukup jauh, kami berlabuh (haha,,) di sebuah ruangan yang penuh dengan komputer. Haduh… Sebenarnya ini prolog ga penting banget ya, tapi sayang juga kalau dihapus begitu saja :lol:. Ok! Ujungnya sebenarnya saya mau cerita tentang obrolan bersama dua OT (i.e. Orang Turki) di ruangan tadi.
Tema obrolan kami adalah: Indonesia, gempa dan Turki. Awalnya saya dikenalkan oleh teman saya ke temannya, nama dan asal saya. “Here she is. She’s from Endonezya”, papar teman saya. Temannya teman saya lantas bilang “Haa.. Endonezya.. Tsunami ya..”. Dalam hati: -__-“. Dari situ obrolan
Baca lebih lanjut