Menangislah

Menangis itu indah

Akhirnya kau sadar

Mulai sekarang kau akan menikmatinya

 

Kau harus menikmatinya

Karena Baca lebih lanjut

Iklan

Wait or Go

Banyak yang bilang bahwa menunggu adalah suatu hal yang membosankan, menyebalkan, menyesakkan, menyakitkan, bla bla bla bala bala bala 😆 .. Intinya adalah hal yang tidak menyenangkan. Setuju? hmm… Ketika menunggu seseorang, menunggu panggilan, menunggu giliran, bahkan sampai menunggu bus atau angkot pujaan :mrgreen: .

Tidak jauh berbeda dengan menunggu, meninggalkan juga biasanya menyisakan ketidakbahagiaan atau perasaan se-genus itu. Ya, ketika kita meninggalkan seseorang terkhusus orang yang sebenarnya kita inginkan kebersamaan yang lebih lama dengannya tentunya perasaan sedih dan kawan-kawannya menyelinap dalam hati, dengan sangat lembut namun tetap saja menyayat (modus galau). Di sisi lain tak ada pilihan yang lebih yang bisa kita ambil selai pergi.. pediiiiiihhhh… huhu.. Baca lebih lanjut

Menikah Muda (1)

Menikah muda. Dua kata itulah yang belakangan ini menjejali pikirannya. Bermula dari tawaran seorang temannya, tawaran untuk berta’aruf (berkenalan) dengan teman dari suaminya, seorang pria yang baru lima bulan ini menemani hari-harinya.

Dita tahu bahwa temannya tidak sedang main-main. Ta’aruf dengan lawan jenis yang dimaksudkan temannya tentu adalah tahap awal dalam serangkaian langkah menuju sebuah hubungan yang serius, hubungan yang didasarkan atas kompromi dan mungkin sedikit basa-basi. Hubungan yang mungkin akan menentukan wujud dirinya kelak.

Baca lebih lanjut

Kepingan

“Sekarang apa lagi yang bisa aku lakukan? Dia sudah terlanjur murka”, pikirku.

Kepingan yang sejak lama aku simpan kini hancur. Kepingan unik yang ingin kucoba samakan bentuknya dengan yang lain kini justru retak. Terlalu memaksakah aku? Aku hanya mencoba menghaluskan tepian kepingan yang agak bergerigi itu, namun terlalu keras. Kini aku dan kepingan itu terjebak dalam pelukan dinginnya amarah. Satu-satunya yang aku pikirkan adalah bagaimana mencairkan suasana ini. Mata hingga otak ini aku putar berpuluh derajat. Aku berharap menjadi sedikit gila hingga kepingan itu melihat bahwa aku sama seperti dia, aku berbeda. Sayangnya aku tak kunjung gila.

Baca lebih lanjut

Teman Kecil Ali

Ali dan keluarganya pergi ke desa di pagi hari pada hari minggu untuk piknik.  Ibunya mengatur perlengkapan piknik di atas tanah. Ibunya telah memenuhi keranjang dengan wortel, kesukaan Ali.  Langsung saja, Ali duduk di bawah pohon.  Dia membaca buku dan memakan wortel.  Dia melihat seekor kelinci mendekati keranjang.  Ali duduk perlahan, mencoba untuk tidak menakuti sang kelinci kecil.

“Kamu pasti lapar, kelinci kecil,” katanya.

“Memang benar.  Aku sangat suka wortel,” sang kelinci setuju. Baca lebih lanjut

Belajar pada Ahmad

“Wah…..tabungan Ahmad sudah banyak, Ummi!”, ucap Ahmad penuh riang pada ibunya. “Subhanalloh…anak Ummi ternyata rajin menabung ya….”, balas ibunya. “Bagaimana ananda bisa mengumpulkan uang sebanyak itu?Berapa tadi jumlahnya?”, lanjut sang ibu. “750 ribu, Ummi. Setiap hari ummi kan selalu memberi Ahmad uang saku, tapi di sekolah Ahmad jarang jajan, Mi. Makanya setiap hari biasanya ada sisa dari uang saku itu,terus Ahmad tabung deh..”, jelas sang anak dengan polos. Lantas sang ibu bertanya kembali, “Terus…Ahmad mau pakai uang itu untuk apa?”. “Belum tau Mi. Belum ada yang ingin Ahmad beli”, jawab sang anak.

*** Baca lebih lanjut