RINDUKU DI LAUTAN

Matahari meninggi
Kian terik saja di sini
Riak air,  kicau beburung
Membuka jalan menuju senja

Amat luas sekitaran
Melepas pandangan, hmm… tak berujung
Jemu, aku hilang

Aku iri pada ombak
Ketika dengan mesranya ia cium bibir pantai
Ah…
Masih jauh

Iklan

Adek udah bisa bilang kangen

Antara seneng dan sedih ngebaca status adek saya – yg semakin keranjingan pesbukan – kemarin sore. Berasa jadi anak bang toyib juga sebenernya, udah berminggu-minggu ga pulang. Hmm.. apalah daya kakakmu ini dek #skripsi ini membunuhku.

Yang kebayang ketika baca status itu adalah ruang keluarga yang hangat, ada mama, bapa, emak dan kamu di situ. Semuanya nonton bareng. Bapa paling ga bisa diem soalnya pasti bolak-balik ke dapur, buka kulkas, dan seterusnya… lalala… tau lah ya.. Emak nih tim hore paling asik, nobar jadi Baca lebih lanjut

Beberapa Rasa Cinta

Cinta itu punya rasa masing-masing.

Cinta pada orang tua..
itu perpaduan antara manisnya kasih sayang dan kepiluan akan takut ditinggalkan. Kesedihan mereka adalah duka buat kita. Bahkan kita sampai bersedia mengecap penderitaan atau kesedihan yang mereka alami, menggantikan mereka. Intinya, apa pun… yang penting mereka bahagia :). Pengorbanan terbaik untuk orang-orang paling berjasa pada kita, tentu tak perlu banyak pertimbangan.

Cinta pada adik.. Baca lebih lanjut

Laptop dan Adik

Di sebuah rumah nan jauh di barat sana, ada seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang sedang menunggu kiriman berisi sebuah laptop. Bocah itu tidak lain adalah adik semata jengkol saya :lol:.

Saya menebak bahwa sebenarnya dia sudah jatuh hati pada laptop saya sejak pandangan pertama, dan dalam pikirannya mungkin tertulis “suatu hari nanti, tidak lama lagi, aku akan memilikinya… haha..”. Eits… you’re gonna get one, but not mine. Yuph, sebagai kakak yang baik dan menyayanginya dengan sepenuh hati (hueek.. :lol:) sebenarnya saya ingin sekali memberikan laptop saya ini, dan pada akhirnya saya bisa membeli yang baru.. haha… Tapi apa daya, tuntutan profesi sebagai aktivis dunia maya (eh?) tidak memungkinkanku untuk lepas dari benda yang satu ini.

Beberapa bulan berselang, Baca lebih lanjut

45 menit

45 menit. Sungguh mengobati kerinduan saya pada ayah, ibu dan adik tercinta di rumah. Walaupun hanya obrolan via telepon tapi itu terasa cukup buat saya setelah 2,5 bulan tidak bersua dengan mereka.

Perbincangan pun mengalir… mulai dari hal yang membuat saya menyunggingkan senyuman hingga terbahak, bahkan yang membuat saya hampir menangis. Yang terakhir ini pada saat saya bicara dengan ayah.

Baca lebih lanjut

Hidup dan Tanggung Jawab

*31 Maret 2011*

Mengenang dua dekade lalu, ketika ibunda berjuang antara hidup dan matinya untuk saya, agar bisa mencium aroma embun subuh kala itu. Bukanlah masa yang singkat, hingga kini tidak sedikit yang telah terjadi, tidak sedikit yang saya alami.

Terima kasih untuk semua yang telah menjadi bagian dari sejarah hidup saya. Terima kasih untuk setiap tokoh yang terlibat dalam berjuta episode kehidupan saya. Kini saatnya saya belajar lebih banyak lagi, dan memang saya tak boleh berhenti belajar.

Ada kalanya saya merasa bangga atas apa yang saya punya, atas apa yang saya lakukan.

Ada kalanya saya merasa begitu kecil karena ujian yang mendera.

Baca lebih lanjut

Sedang ingin…

  • Makan bersama keluarga di rumah
  • Ngajarin adik belajar matematika sama IPA
  • Ngasih makan si Api Biru (nama seekor ikan nan jauh di sana)
  • Dipijitin sama nenek yang top abis pijitannya
  • Dimasakin sate terung sama mama
  • Dengerin curhatan si babeh
  • Metik rosela di halaman rumah
  • Duel bulutangkis sama adik+babeh
  • Ngepel teras rumah
  • Tidur di kasur Flo and Pooh
  • Main koin sama Arul

Intinya…. Sayaaaaa kangeeeeeeen rumaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah…

*suara

Baca lebih lanjut

Lima Bahasa Cinta

Setiap orang, pada umumnya, memiliki salah satu dominasi dalam hal bahasa cinta, bahasa yang lebih disukainya ketika orang lain melakukan itu padanya, bahasa yang bisa membuatnya bahagia. Kelima bahasa tersebut adalah:

  • Waktu
  • Kata-kata/Pujian
  • Sentuhan Fisik
  • Pelayanan
  • Hadiah

Orang dengan tipe bahasa waktu, dia akan sangat senang ketika temannya atau siapa pun itu selalu ada waktu untuknya, selalu ada waktu untuk bersamanya. Dia hanya membutuhkan kebersamaan bersama orang yang dicintainya, tidak butuh yang lainnya.

Orang dengan tipe ke dua, tipe penyuka kata-kata/pujian adalah orang yang bisa dibilang suka di-gombalin. Ia lebih memilih untuk dibohongi asalkan itu membuatnya senang. 😆 Baca lebih lanjut

Ibu, Rindu…

Entah apa yang menyelisik ke dalamnya, hati ini mendadak terasa begitu perih.

Ibu… aku begitu merindukanmu, begitu ingin melihatmu, begitu ingin tenang dalam pelukmu, ingin pergi menemuimu…

Dimensi-dimensi ini rasanya semakin menghalangi saja, seakan tak rela membiarkanku mengucap kata-kata cinta itu untukmu…

Ibu, aku tak kuasa menemuimu…

Temuilah aku…