Menangislah

Menangis itu indah

Akhirnya kau sadar

Mulai sekarang kau akan menikmatinya

 

Kau harus menikmatinya

Karena Baca lebih lanjut

Iklan

Mozaik yang Hilang

Sayang sekali… kepingan mozaik itu telah kulalaikan
Dan yang lebih disayangkan lagi adalah absennya kepingan itu membuat lubang besar pada tembok yang kubangun
Ya, tembok ini. Tembok ini terlanjur tinggi
Kembali ke masa lalu, ku cari kepingan itu. Tak kutemukan
Menerawang esok yang belum jelas, keberanianku tak cukup besar
Maafkan aku…

Langkah terakhir
Izinkan kusisir kepingan itu di wajahmu
Bing!
Kepingan itu kutemukan dalam senyum tulusmu
Haruskah kuambil ia darimu?

Diam #1

Mungkin aku terlalu banyak diam
Tapi diam membuatku bahagia
Dengan diam aku bisa melihat jelas ke dalam hati
Tanpa basa-basi

Maafkan jika diamku membuatmu emosi
Itulah caraku mengenalimu
Sebelum semua pecah, diamku ‘kan tetap begini
Hingga ku tahu kapan saatnya ku bunuh diamku

Kosong

Tak jelas apa yang ingin kutulis,
dalam otakku hanya ada kekosongan

Tak ada apa pun dalam kekosongan itu,
yang ada hanyalah omong kosong

Tak ada yang bisa diharapkan dari segala omong kosongmu selama ini,
semuanya hanya kebohongan kosong

Tak ada lagi alasan bagiku untuk menerima kebohonganmu,
karena kini aku kosong

Diam (2)

Cukuplah diam yang utarakan apa yang tengah bergemuruh dalam dada..

Biarlah diam yang menyelimuti badan yang terkoyak kerasnya mimpi..

Jadikanlah diam sebagai pengobat nestapa lara..

Hingga diam tak mampu lagi berkata..

 

-putrifajar-

Seorang aku di malam ini

Dan sungguh kisah macam itu tak pernah dan takkan pernah terjadi dalam kehidupan nyata seorang aku.

Kesalahan terbesar seorang aku adalah berharap itu akan terjadi malam ini.

Kenyataannya tak ada bayangan lain, hanya bayangan seorang aku.

Naifnya hingga detik ini seorang aku masih menyisakan harapan untuk disuburkan.

Kejamnya seorang aku karena menutup kesempatan untuk harapan dia yang lain, yang justru menggantungkan dirinya pada seorang aku.