RINDUKU DI LAUTAN

Matahari meninggi
Kian terik saja di sini
Riak air,  kicau beburung
Membuka jalan menuju senja

Amat luas sekitaran
Melepas pandangan, hmm… tak berujung
Jemu, aku hilang

Aku iri pada ombak
Ketika dengan mesranya ia cium bibir pantai
Ah…
Masih jauh

Iklan

Adek udah bisa bilang kangen

Antara seneng dan sedih ngebaca status adek saya – yg semakin keranjingan pesbukan – kemarin sore. Berasa jadi anak bang toyib juga sebenernya, udah berminggu-minggu ga pulang. Hmm.. apalah daya kakakmu ini dek #skripsi ini membunuhku.

Yang kebayang ketika baca status itu adalah ruang keluarga yang hangat, ada mama, bapa, emak dan kamu di situ. Semuanya nonton bareng. Bapa paling ga bisa diem soalnya pasti bolak-balik ke dapur, buka kulkas, dan seterusnya… lalala… tau lah ya.. Emak nih tim hore paling asik, nobar jadi Baca lebih lanjut

45 menit

45 menit. Sungguh mengobati kerinduan saya pada ayah, ibu dan adik tercinta di rumah. Walaupun hanya obrolan via telepon tapi itu terasa cukup buat saya setelah 2,5 bulan tidak bersua dengan mereka.

Perbincangan pun mengalir… mulai dari hal yang membuat saya menyunggingkan senyuman hingga terbahak, bahkan yang membuat saya hampir menangis. Yang terakhir ini pada saat saya bicara dengan ayah.

Baca lebih lanjut

Sedang ingin…

  • Makan bersama keluarga di rumah
  • Ngajarin adik belajar matematika sama IPA
  • Ngasih makan si Api Biru (nama seekor ikan nan jauh di sana)
  • Dipijitin sama nenek yang top abis pijitannya
  • Dimasakin sate terung sama mama
  • Dengerin curhatan si babeh
  • Metik rosela di halaman rumah
  • Duel bulutangkis sama adik+babeh
  • Ngepel teras rumah
  • Tidur di kasur Flo and Pooh
  • Main koin sama Arul

Intinya…. Sayaaaaa kangeeeeeeen rumaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah…

*suara

Baca lebih lanjut